Categories
Quatrain

Yang telah kembali

ia yang ditunggu akhirnya datang berlabuh
lama sudah ditunggu dan dirindu dalam sunyi
ia menyapa yang rindu dengan lembutnya sentuh
lalu menemukan harapan yang telah tersembunyi

awan itu akhirnya lelah juga memanjati langit tinggi
awan itu akhirnya menumpahkan percikan peluhnya
membasahi bumi yang harapannya hampir pergi
yang harapannya hampir mati dimakan rindunya

akhirnya hujan datang, rintiknya menghapus delusi
meyadarkan bumi yang dirundung gundah gulana
dalam setiap tetesan airnya, hujan pun bersaksi
hujan berjanji akan membawa kedamaian yang sempurna

dedaunan yang menguning itu kini mulai menghijau
ditetesi air dari negeri langit yang penuh keagungan
janji hujan pada bumi bukan hanya sekadar gurau
ia menepati janjinya dengan membawa keindahan

tanah yang mengering itu pun kini jadi sungai yang mengalir
janji hujan bukan hanya sekadar menuntaskan harapan
ia juga membawa benih-benih kehidupan tanpa akhir
hingga benih-benih itu menjadi bunga yang bermekaran

basah aroma tanah yang damai semakin menyebar
kedamaiannya memeluk bumi dengan lembut
jika saja bumi punya wajah, pasti sudah berbinar-binar
sebab tak sanggup menahan suasana yang menghanyut

begitulah hujan, ia tak pernah ingkar janji
ia menepati rindu yang meresah di hati
dan begitulah hujan, ia tak pernah ingkar janji
ia membuktikan bahwa cintanya pada bumi begitu sejati

Categories
Quatrain

Hujan itu pasti datang

embun itu menetes di dedaunan
daun itu pun kembali hidup di ujung dahan
seperti bumi yang diselimuti keraguan
lalu kembali hidup dengan hadirnya hujan

di langit yang kelabu
gumpalan awan hitam telah menari
bumi dengan rindu menahan pilu
menunggu sentuhan hujan berhari-hari

namun agaknya hujan tak datang hari ini
hujan membiarkan bumi berkeluh dengan sendu
malaikat juga enggan memberi terlalu dini
agar terlihat kesungguhan bumi dalam mengadu

bumi ditinggal penuh dengan harapan
ia merindukan walau hanya setetes air hujan
namun tetap saja langit hanya gumpalan awan
hanya menyisakan guntur yang melawan

hujan itu akan datang
ia akan membasuh bumi dengan tenang
hujan itu akan datang
ia akan membasuh hati yang lapang

hujan itu pasti datang
dalam gelap malam atau terang siang
hujan itu pasti datang
menyembuhkan harapan yang mulai gersang

percayalah, hujan itu pasti datang
membasuh bumi dan menyembuhkan
percayalah, hujan itu pasti datang
memenuhi tugasnya menuntaskan harapan

Categories
Quatrain

Hitam Jejak Tinta

Harusnya aku tak mencampurnya

Kemurnian goresan dengan pekatmu

Pekatmu yang memikat maknanya

Yang kini berjejak hitam dan tercemar

Harusnya aku jaga dengan hati-hati

Tapi lambat laun hati juga kian terkikis

Dalam jiwa yang dulu pernah hidup

Lalu kini mati dan tertelungkup

Yang indah pun kini hilang

Dulu Indah dipandang, kini hilang di makna

Kertas ini diluluhlantakkan olehmu

Menyisakan jejak-jejak hitam tak berguna

Namun apa hendak diperbuat

Jejak tintanya telah mencemari

Dipercayainya untuk menulis surat

Namun dibalas tumpahnya yang khianat

Jejak tinta itu membanjiri kertasnya

Meninggalkan bercak-bercak hitam

Hingga tak percaya lagi pena itu menulis

Menulis kisah untuk yang hidup

Categories
Quatrain

Gemuruh Guntur

Gemuruh guntur kian bergetar

Rintik air perlahan menebar

Suasana hujan buat sadar

Jiwa ini lelah butuh sandar

Gemuruh guntur kian menyambar

Hujan datang membuka memoar

Teringat memori hati memar

Tapi kau hadir sebagai penawar

Categories
Quatrain

Apa kabar, Bumi?

Surga bumi amat indah

Tetapi lenyap ia sudah

Menjadi tempat yang entah

Karena manusia hilang arah

Bara surya semakin terik

Membakar bumi penuh pelik

Udaranya dihirup bagai cekik

Gugurkan daun-daun gemerisik

Panas terasa menusuk tubuh

Surya terasa bagai runtuh

Namun jangan sekali dikeluh

Semua karena manusia rusuh

Air pergi tinggalkan tanah

Sisakan bekas-bekas pecah

Batang tak lagi berbuah

Semua karena manusia berulah

Megah hutan dibuatnya rata

Satwa tak bisa sampaikan kata

Alam jadi tanggung derita

Tapi manusia bagai tutup mata

Ia memakan hasil tanah itu

Ia meminum air tanah itu

Ia menambang isi tanah itu

Namun dihancurkannya pula tanah itu

Lalu di bumi mengalir peluh

Terjangnya membuat runtuh

Manusia yang tak acuh

Dihantamnya mereka jatuh

Teriak kemudian mereka bertabuh

Menangis mereka berkeluh

Tetapi mereka yang tak acuh

Tetap saja sibuk saling tuduh

***

error: Content is protected !!