Categories
Quatrain

Hitam Jejak Tinta

Harusnya aku tak mencampurnya

Kemurnian goresan dengan pekatmu

Pekatmu yang memikat maknanya

Yang kini berjejak hitam dan tercemar

Harusnya aku jaga dengan hati-hati

Tapi lambat laun hati juga kian terkikis

Dalam jiwa yang dulu pernah hidup

Lalu kini mati dan tertelungkup

Yang indah pun kini hilang

Dulu Indah dipandang, kini hilang di makna

Kertas ini diluluhlantakkan olehmu

Menyisakan jejak-jejak hitam tak berguna

Namun apa hendak diperbuat

Jejak tintanya telah mencemari

Dipercayainya untuk menulis surat

Namun dibalas tumpahnya yang khianat

Jejak tinta itu membanjiri kertasnya

Meninggalkan bercak-bercak hitam

Hingga tak percaya lagi pena itu menulis

Menulis kisah untuk yang hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!