Categories
Astronomy

The Space Station

Malam tadi saat saya rebahkan punggung menyandar ke kursi kerja setelah selesai mengerjakan pekerjaan, jari saya menari-nari diatas ponsel dengan menyapukan layar naik dan turun saat membuka instagram. Kemudian saya pun terpaku pada suatu postingan dari akun infoastronomy. Postingan itu membahas tentang Stasiun Luar Angkasa Internasional atau disebut dengan International Space Station (ISS).

Apakah kalian tau apa itu ISS?

Yup, singkatnya ISS adalah sebuah satelit atau wahana antariksa yang mengorbit bumi. Proyek ISS adalah kerja sama antar beberapa negara dan mereka menempatkan beberapa astronot di dalam wahana itu untuk melakukan berbagai macam penelitian.

Jika kita perhatikan sekarang, ukuran ISS sangatlah besar. Tetapi nyatanya ISS tidak secara utuh diterbangkan seperti itu. ISS dibangun secara bertahap dan kemudian dirakit menjadi sedemikian rupa. Sehingga ia menjadi sebesar yang kita tau saat ini.

Oh ya, saking besarnya ISS, ia sampai dapat dilihat langsung oleh mata tanpa bantuan teleskop. Tetapi jika tidak menggunakan teleskop, ia hanya terlihat seperti bintang yang bergerak di langit. Jika ingin melihat ISS dengan jalas, perlu menggunakan teleskop yang memadai dan setidaknya menggunakan motor penggerak. Karena pergerakan ISS yang begitu cepat sehingga jika menggunakan teleskop konvensional sangat sulit untuk mendapatkan penampakan yang tepat.

ISS juga dapat diprediksi kapan ia akan melewati suatu daerah tertentu dengan menggunakan aplikasi. Biasanya ini digunakan para fotografer yang sering berburu foto luar angkasa untuk dapat memotret ISS. Kita juga bisa mencobanya dengan mengunjungi web heavens-above.com. Setelah kita memasukkan koordinat kita, kita dapat mengetahui kapan ISS akan melewati derah kita.

Saya pribadi memang pernah juga melihatnya secara langsung ketika saya masih berusia sekitar 10 tahun ketika sedang bermain di halaman rumah. Dulu saya belum memahami objek apa yang sedang saya amati. Ketika itu saya menanyakannya kepada ayah saya. Lalu pada saat itu ayah saya menjelesakan pada saya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak berusia 10 tahun. Setelah itu ayah saya mulai menjelaskan berbagai macam hal tentang tata surya dan planet-planet. Peristiwa itu lah yang menjadi awal mula saya menyenangi dunia astronomi.

Jadi begitulah teman-teman semuanya. Mungkin itu saja sedikit pengetahuan yang bisa saya bagikan tentang ISS. Masih banyak artikel, jurnal, dan pembahasan mendalam tentang ISS yang bisa teman-teman cari secara mandiri. Terima kasih sudah membaca.

Sekian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!